Desakan untuk menyesuaikan atau menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terus menguat dari kalangan ekonom, akademisi, hingga pengusaha. Namun, pemerintah tetap saja bergeming.
Menteri ESDM Jero wacik menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana kenaikan harga BBM subsidi. Salah satu alasannya, masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan segera habis dan digantikan pemerintahan presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Jero Wacik mengaku, kenaikan BBM subsidi bisa saja dilakukan di akhir pemerintahan SBY. Namun jika disepakati dalam pertemuan dengan Jokowi. Hingga saat ini, SBY belum bertemu dengan mantan wali kota Solo tersebut.
"Tidak bisa ngomong begitu dinaikin sekarang. Tunggu presiden lama sama presiden baru berkomunikasi dulu. Nanti tergantung hasil pembicaraan beliau," ucap Jero di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/8).
Mantan menteri pariwisata itu enggan berkomentar panjang mengenai kapan pertemuan antara SBY dan Jokowi digelar. Jero Wacik hanya menerangkan sedikit pekerjaan rumah (PR) untuk pemerintah baru mendatang.
"Yang paling harus didorong itu energi baru dan terbarukan. Karena itu harta kita dan jumlahnya banyak dan murah dalam negeri," katanya. Merdeka.com
Menteri ESDM Jero wacik menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana kenaikan harga BBM subsidi. Salah satu alasannya, masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan segera habis dan digantikan pemerintahan presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Jero Wacik mengaku, kenaikan BBM subsidi bisa saja dilakukan di akhir pemerintahan SBY. Namun jika disepakati dalam pertemuan dengan Jokowi. Hingga saat ini, SBY belum bertemu dengan mantan wali kota Solo tersebut.
"Tidak bisa ngomong begitu dinaikin sekarang. Tunggu presiden lama sama presiden baru berkomunikasi dulu. Nanti tergantung hasil pembicaraan beliau," ucap Jero di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/8).
Mantan menteri pariwisata itu enggan berkomentar panjang mengenai kapan pertemuan antara SBY dan Jokowi digelar. Jero Wacik hanya menerangkan sedikit pekerjaan rumah (PR) untuk pemerintah baru mendatang.
"Yang paling harus didorong itu energi baru dan terbarukan. Karena itu harta kita dan jumlahnya banyak dan murah dalam negeri," katanya. Merdeka.com

0 komentar:
Post a Comment